Archives


Permalink | Notes
29 Juli 2011

Menandatangani kontrak Proses Pengenalan Keprofesian dan Keorganisasian MTM ITB 2011. Bagi mereka yang menganggap kegiatan ini formalitas belaka, boleh sebut celaka. Kita  bisa memilih satu diantara dua pilihan, menjadi simpatik atau apatis sama sekali. Diam-diam kita paham betul bahwa tanpa simpati dan dedikasi kegiatan ini tidak akan punya makna apa-apa.

Kalau bukan kak Bob kami selalu merasa canggung dengan salam material. Satu frase memantul-mantul di kepala saya: kami mahasiswa material, kuat tangguh dan bersemangat.

Permalink | Notes
28 Juli 2011

Banyak yang terjadi, saya khawatir tulisan saya hanya ikhtisar kegiatan sepekan. Tanggal 17 rekreasi bersama kawan-kawan U-Green, bagi saya semakin dilematis. Orientasi Jurusan memasuki masa inisiasi. Saya masuk dalam lingkungan baru,  semangat saya masih bernafas.

Permalink | Notes
5 Juli 2011

Berdasar kehendak pencapaian tinggi, saya mengusulkan strategi publikasi yang memakan anggaran melebihi bujet. Amik mengatakan, “Tolong perhatikan dana dan sumberdaya manusia yang kita miliki”. Saya dapat merasakan kebenaran dalam kata-kata Amik. Namun untuk usaha dengan kehendak pencapaian yang lebih tinggi, ini kesalahan yang menyedihkan. Mekanisme keadaan tidak selalu berjalan menyesuaikan kondisi, namun kita mampu berbuat sesuatu untuk mengubah keadaan.

Dalam hal lain Nasya mengatakan pada saya bahwa seorang ketua angkatan harus selalu berada di sekre untuk mengawasi kinerja teman-teman. Tidak ada yang salah, namun pernyataan ini membuat mereka terlihat seperti anak-anak.

Saya merasa melankoli. Apakah pengaruh cuaca, saya tidak tahu.

Permalink | Notes
4 Juli 2011

Menyelesaikan konsep publikasi sampai sore. Belakangan cuaca dingin dan murung, tapi rasanya menyenangkan buat saya.

Pukul 8 malam makan bebek, mas Lukman merayakan umur yang sudah kepala dua. Ada empat belas orang datang termasuk mas Lukman di dalamnya, menghabiskan sekitar tiga ratus lima puluh ribu rupiah pikir saya. Kalau bukan sebab rasa perkawanan yang tinggi, tentu ia tidak berbuat demikian. Mengobrol tentang rencana naik gunung tanggal 12 dan main uno. Konsep restoran cukup menarik kendati menu yang disediakan biasa saja.

Liburan saya manfaatkan untuk berlatih kendhang, menonton film, dan membaca buku yang belum sempat saya baca. Baru saja menonton drama komedi romantis dan teringat masa lampau. Cerita yang tidak ingin saya ingat sebetulnya.

Permalink | Notes
Yth. Saya

Saya lahir pada tanggal 29 April 1992. Oleh karena orang tua saya kerap berpindah kerja, saya menghabiskan waktu kecil saya di berbagai tempat.

Ayah saya ayah Jawa, sayang anak namun menjaga jarak. Sedang ibu saya wanita paling kuat sedunia. Saya dibesarkan dalam lingkungan yang sederhana dan berkucukupan. Sebelum masuk Sekolah Dasar, saya sudah mampu mandi sendiri, khatam Iqro’ 6, dan melafal huruf R. Kemaluan saya disunat ketika saya berumur 9 tahun.

Saya menghabiskan waktu SMA di sebuah pesantren di Jawa Timur. Hasil tes penjurusan SMA menunjukkan saya cenderung baik pada jurusan IPS. Kendati demikian, sekolah menempatkan saya pada jurusan IPA. Saya diam-diam saja. Terlepas itu semua, saya ingin menjadi seorang pengarang.

Tanpa suatu alasan yang jelas, saya ingin melanjutkan studi di Yogyakarta. Ikhtiar dijalani, takdir menyudahi. Takdir membawa saya melanjutkan kuliah di sebuah institut negeri di kota Bandung. Sungguh Tuhan mengetahui sesuatu di balik sesuatu.